Pentingnya Akhlak Bagi Masyarakat | Ugensi Akhlak Bagi Masyarakat

Pentingnya Akhlak Bagi Masyarakat | Ugensi Akhlak Bagi Masyarakat


Ugensi Akhlak Bagi Masyarakat


     Akhlak bertujuan untuk meningkatkan derajat kehidupan manusia, menuntun kebaikan,dan menyempurnakan keimanan. Disamping itu, akhlak juga sebagai kebutuhan pokok dalam kehiudpan berkeluarga mengatur tata hidup berkeluarga serta mengatur adab pergaulan bangsa dan bernegara maupun dilingkungan berpendidikan seperti disekolah, masyarakat, dan lain sebagainya. Dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam surat An-Nahl ayat 97 yang berbunyi:

مَنۡ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنۡ ذَكَرٍ اَوۡ اُنۡثٰى وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَلَـنُحۡيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً​ۚ وَلَـنَجۡزِيَـنَّهُمۡ اَجۡرَهُمۡ بِاَحۡسَنِ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ‏  ﴿16:97

     “Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan KAMI berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan kami bales kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. An-Nahl : 97)

     Urgensi akhlak bukan hanya dirasakan manusia dalam kehidupan perseorangan tetapi juga dalam hidup berkeluarga,bermasyarakat dan bernegara serta berindividu. Manusia tanpa akhlak akan kehilangan derajat kemanusiaannya,bahkan lebih rendah dari binatang. Jika seseorang hidup menyendiri sejak mulanya, tentu akan hidup sebagai binatang. Maka tiap-tiap orang harus belajar dari saudara-saudara yang lainnya; (1) saling memberikan kasih sayang mereka, gembira karena kegembiraan mereka dan mereka sedih karena kesusahan mereka, (2) mengambil dan memberi, maka ia tahu bahwa ia wajib memberi sebagaimana ia mengambil, dan hendaknya suka mengalah dari sebagian yang ia sukai, (3) tolong-menolong, dengan berarti bahwa yang kuat menolong yang lemah, yang besar menolong yang kecil, dan barang siapa yang dapat menolong kepada lainnya, hendaknya berusaha untuk menolongnya.

     Faktor yang menyebabkan kesulitan masyarakat dalam rangka mengembangkan peribadi secara optimal ini disebabkan oleh faktor lingkungan itu sendiri,sebab hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah.Dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu maupun masyarakat yang ada dilingkungan tersebut. Hubungan antara individu dengan lingkungannya terdapat hubungan yang saling timbul balik yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, begitupun sebaliknya individu dapat mempengaruhi lingkungan.

        Sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut:
  1. Individu menolak atau menentang lingkungan
    Dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu.Dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan.Dalam kehidupan  bermasyarakat kadang-kadang orang tidak cocok dengan norma-norma dalam suatu masyarakat.Orang dapat berusaha merubah norma yang tidak baik itu menjadi baik.Jadi,individu secara aktif memberikan pengaruh terhadap lingkungan.
  2. Individu menerima lingkungan
    Dalam hal ini keadaan sesuai  atau sejalan dengan yang ada dapat diri individu.Dengan  demikian individu akan menerima lingkungan itu.
  3. Individu bersikaf netral
    Dalam hal ini individu tidak menerima tetapi juga tidak menolak.[1]
     Disisi lain akhlak juga mempunyai tujuan bukan hanya mengetahui pandangan, bahkan setengah dari tujuan-tujuannya mempengaruhi dan mendorong kehendak kita supaya membentuk hidup suci dan menghasilkan kebaikan dan kesempurnaan dan memberi manfaat kepada sesama manusia. Maka akhlak itu adalah mendorong kehendak agar berbuat baik, akan tetapi ia tidak selalu berhasil kalo tidak ditaati oleh kesucian manusia sebab akhlak atau etika tidak menjadikan manusia menjadi baik.misalnya seorang dokter;dokter menerapkan kepada pasien akan bahaya minuman keras dan buruk dampaknya terhadap akal dan tubuh kemudian pasien bleh memilih meninggalkannya agar sehat badannya atau terus meminumnya.dokter tersebut tidak dapat mencegahnya.

     Seperti itulah akhlak tidak dapat menjadikan manusia baik tetapi dapat membuka matanya untuk melihat baik dan buruk, maka akhlak atau etika tidak berguna bagi kita, jikalau kita tidak mempunyai kehendak untuk menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi segala larangannya.


[1] Wawan Nurjaman, pengaruh khitobah terhadap perubahan akhlak masyarakat, Bandung ,2007. Hlm 35


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pentingnya Akhlak Bagi Masyarakat | Ugensi Akhlak Bagi Masyarakat"

Post a Comment

Mohon Gunakan Bahasa yang baik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel