Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Biografi Joseph Schacht - Orientalis Yahudi

Image : asilha.com
    
  
    Kajian islam di barat pada awalnya hanya ditujukan untuk materi-materi keislaman secara umum, namun pada akhir abad 19 barulah orientalis mengarahkan kajiannya secara khusus dan mendalam, salahsatunya ialah kajian di bidang hadits. Sarjana Barat yang pertama kali melakukan kajian terhadap hadits ialah Ignaz Goldziher (1850-1921), beliau merupakan seorang orientalis Yahudi kelahiran Hongaria dengan karya berjudul “Muhammedanische Studien” (Studi Islam). Buku yang kemudian dijadikan semacam “Kitab Suci” para orientalis saat ini.

    Penelitian hadits selanjutnya diteruskan oleh Joseph Schacht yang juga merupakan seorang orientalis. Bukunya yang terkenal berjudul The Origins of Muhammaden Jurisprudence. keunggulan Schacht ialah kemampuannya dalam membuat kesimpulan bahwa “tidak ada satu hadits pun yang otentik dari Rasulullah Saw, khususnya hadits yang bersangkutan dengan hukum Islam.” Namun, dengan demikian Goldziher hanya sekadar meragukan keotentikan hadits nabi mazhab sunni.

Biografi Joseph Schacht

    Prof. Dr. Joseph Schacht ialah seorang orientalis yang lahir di Rottbur Jerman pada 15 Maret 1902, ia dikenal sebagai pakar dalam bidang fiqh Islam. Karirnya sebagai orientalis dimulai saat beliau belajar pilologi klasik, theologi, dan bahasa-bahasa Timur di Universitas Berslauw dan Universitas Leipzig. Ia meraih gelar Doktor pada usia yang masih muda yaitu usia 21 tahun dari Universitas Berslauw pada tahun 1923.

    Pada tahun 1925 ia diangkat menjadi dosen di Universitas Fribourg, dan pada tahun 1929 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar. Pada tahun 1932 ia pindah ke Universitas Kingsburg, dan dua tahun setelahnya ia meninggalkan negeri Jerman untuk mengajar tata bahasa Arab dan bahasa Suryani di Universitas Fuad Awal (saat ini Universitas Cairo) di Cairo Mesir. Ia tinggal di Cairo sampai tahun 1939 sebagai Guru Besar.[1] 

    Ketika perang dunia II meletus, Joseph Schacht meninggalkan Cairo dan pindah ke Inggris untuk kemudian bekerja di Rasio BBC London. Meskipun ia seorang Jerman, namun dalam perang dunia II ia berada di pihak Inggris. Dan ketika perang selesai, ia tidak pulang ke Jerman, melainkan tetap tinggal di Inggris, dan memiliki keluarga disana.

    Pada tahun 1947 ia menjadi warga negara Inggris. Meskipun ia bekerja untuk kepentingan negara Inggris dan mengkhianati tanah airnya sendiri, namun pemerintah Inggris tidak memberikan imbalan apapun kepadanya. Sebagai seorang ilmuan yang menyandang gelar Propesor-Doktor, di Inggris ia justru belajar lagi di tingkat Pasca Sarjana

    Universitas Oxford, sampai ia meraih gelar Magister (1948) dan Doktor (1952) dari universitas tersebut. Pada tahun 1954 ia meninggalkan Inggris dan mengajar di Universitas Leiden Belanda sebagai Guru Besar sampai tahun 1959. Disini ia ikut menjadi supervisor atas cetakan kedua buku Dairah al-Ma’arif al-Islamiyah. Kemudian pada musim panas tahun 1959 ia pindah ke Universitas Colombia New York, dan mengajar disana sebagai Guru Besar, sampai ia meninggal dunia pada tahun 1969. Meskipun ia seorang pakar Sarjana Hukum Islam, namun karya-karya tulisnya tidak terbatas pada bidang itu saja. Secara umum, ada beberapa disiplin ilmu yang ia tulis. diantaranya, kajian tentang Manuskrip Arab, Edit-Kritikal atas manuskrip-manuskrip Fiqh Islam. Kajian tentang ilmu Kalam, kajian tentang Fiqh Islam, kajian tentang Sejarah Sains dan Filsafat. [2]

    Karyanya yang paling monumental serta melambungkan namanya ialah bukunya yang berjudul “The Origins of Muhammadan Jurisprudence” terbit pada tahun 1950, kemudian bukunya “An Introduction to Islamic Lau” terbit pada tahun 1960. Pada kedua karya inilah ia menyajikan hasil penelitian tentang Hadits  Nabawi, di mana ia berkesimpulan bahwa Hadits  Nabawi, terutama yang berkaitan dengan Hukum Islam, adalah buatan para ulama abad kedua dan ketiga hijrah. 

1. Ali Mustafa Yaqub, Kritik Hadis, Jakarta, Pustaka Firdaus, 1995, hlm. 19
2. Riwayah : Jurnal Studi Hadis Volume 2 Nomor 1 2016 “Menyoal Kritik Sanad Joseph Schahct” Oleh : Hasan Suadi, IAIN Pekalongan.

Dodi Insan Kamil
Dodi Insan Kamil "Butuh sebuah keberanian untuk memulai sesuatu, dan butuh jiwa yang kuat untuk menyelesaikannya." - Jessica N.S. Yourko

Post a Comment for "Biografi Joseph Schacht - Orientalis Yahudi"